Rumus Menghitung Porsi Katering Pernikahan agar Tidak Kurang
Sebagian besar pasangan justru memesan katering terlalu banyak—bukan terlalu sedikit. Ironisnya, ketakutan kehabisan makanan malah berujung pada pemborosan besar yang sebenarnya bisa dihindari dengan perhitungan yang tepat.
Inti dari penghitungan katering bukan sekadar menjumlahkan undangan, melainkan mengalikannya dengan estimasi kehadiran dan jumlah porsi per orang. Rumus standar yang digunakan oleh mayoritas wedding organizer adalah:
(Jumlah Undangan x 2) + 10% Cadangan
Jika Anda menyebar 500 undangan, maka estimasi tamu yang hadir adalah 1.000 orang (karena satu undangan biasanya berlaku untuk dua orang). Dengan tambahan cadangan 10% untuk menghindari kekurangan makanan akibat tamu tak terduga atau keluarga besar, total porsi yang harus dipesan adalah 1.100 porsi.
Setelah menemukan angka total, langkah selanjutnya adalah membagi porsi tersebut ke dalam menu prasmanan (buffet) dan gubuk makanan (food stall). Rasio ideal yang sering digunakan adalah 60:40 atau 50:50.
- Buffet (Prasmanan): Sediakan sekitar 60% dari total porsi. Ini adalah makanan berat utama (nasi dan lauk pauk).
- Food Stall (Gubukan): Sediakan 40% sisanya, namun dikalikan dengan faktor keragaman (biasanya 4-5 jenis menu). Tamu cenderung mengambil lebih dari satu jenis menu gubukan.
Meskipun rumus di atas adalah standar, ada beberapa variabel yang bisa membuat angka tersebut bergeser:
- Waktu Acara: Acara di jam makan siang biasanya membutuhkan porsi lebih banyak dibanding acara sore atau malam hari.
- Hari Pelaksanaan: Pernikahan di hari kerja (weekdays) cenderung memiliki tingkat kehadiran lebih rendah (sekitar 60-70%) dibandingkan akhir pekan.
- Lokasi: Jika lokasi pernikahan sulit dijangkau atau di luar kota, angka ketidakhadiran biasanya lebih tinggi. Sebaliknya, lokasi strategis akan mendatangkan tamu lebih maksimal.
Untuk memastikan tamu tetap nyaman tanpa membuat anggaran membengkak, pertimbangkan hal berikut:
- Prioritaskan Menu Populer: Menu seperti sate, bakso, atau kambing guling biasanya paling cepat habis. Pastikan porsi menu ini sedikit lebih banyak dibanding menu lainnya.
- Koordinasi dengan Vendor: Pastikan pihak katering memiliki tim yang sigap memantau piring kotor dan ketersediaan makanan di meja agar alur tamu tetap lancar.
- Data RSVP: Jika memungkinkan, gunakan sistem RSVP digital untuk mendapatkan angka pasti siapa saja yang akan hadir, sehingga penghitungan porsi bisa lebih akurat dan minim food waste.
Ingin Buat Undangan Pernikahan Digital?
Buat undangan pernikahan profesional dan elegan hanya dalam 5 menit. Desain premium, mudah digunakan, dan bisa diakses di semua perangkat.
Order Sekarang