Bridgerton Style: Tren “Berlebihan” yang Justru Mendefinisikan Kemewahan Modern
Di saat dunia berlomba menuju minimalisme, justru gaya yang “terlalu ramai” kini dianggap paling elegan.
Bridgerton Style, atau yang secara teknis dikenal sebagai Regencycore, telah bertransformasi dari sekadar tren kostum televisi menjadi fenomena gaya hidup global yang mendominasi industri mode, dekorasi interior, hingga konsep pernikahan di tahun 2026. Tren ini menitikberatkan pada keanggunan aristokrat Inggris abad ke-19 yang dipadukan dengan sentuhan warna pastel modern dan maksimalisme yang romantis.
Ciri khas utama dari gaya ini adalah siluet Empire Waist—gaun dengan garis pinggang tinggi tepat di bawah dada—yang memberikan kesan jenjang dan anggun. Berbeda dengan gaya minimalis yang sempat populer, Bridgerton Style mengusung prinsip “lebih banyak lebih baik” dalam hal detail, namun tetap menjaga palet warna yang lembut.
Elemen kunci yang mendefinisikan gaya ini meliputi:
- Warna Pastel: Dominasi duck-egg blue, champagne, merah muda lembut, dan kuning pucat.
- Detail Tekstur: Penggunaan renda (lace), bordir bunga, payet halus, dan pita satin.
- Aksesori Ikonis: Sarung tangan panjang (opera gloves), perhiasan mutiara, dan hiasan kepala (headpieces).
Keberhasilan berkelanjutan dari Regencycore didorong oleh keinginan kolektif untuk melarikan diri (escapism) ke dunia yang lebih romantis dan tertata. Popularitas serial Bridgerton di Netflix bertindak sebagai katalis, namun adaptasi dunia nyata menjadikannya tetap relevan.
Di tahun 2026, tren ini berevolusi menjadi lebih inklusif dan praktis. Desainer masa kini memadukan korset dengan celana denim, atau menggunakan motif floral klasik pada potongan busana yang lebih kasual, sehingga kemewahan era Regency bisa dinikmati dalam aktivitas sehari-hari.
Pengaruh Bridgerton tidak berhenti di lemari pakaian. Dalam desain interior, gaya ini diwujudkan melalui:
- Wallpaper Motif Floral: Penggunaan motif chinoiserie dan bunga-bunga kecil.
- Furnitur Lengkung: Kursi dengan kaki cabriole dan meja kayu dengan ukiran halus.
- Budaya Afternoon Tea: Kebangkitan set cangkir porselen dan tradisi minum teh sore yang estetis.
| Elemen | Cara Modern Menggunakannya |
|---|---|
| Korset | Gunakan di atas kemeja putih oversized atau kaos polos. |
| Bahan Transparan | Pilih blus dengan lengan balon (puff sleeves) untuk kesan romantis. |
| Mutiara | Gunakan kalung mutiara berlapis dengan pakaian kasual. |
| Palet Warna | Fokus pada warna Charming Champagne atau Lavender. |
Secara historis, era Regency (1811–1820) adalah masa transisi di Inggris yang sangat mementingkan seni, kebudayaan, dan etiket. Gaya busananya terinspirasi dari patung-patung Yunani Kuno yang mengutamakan kebebasan gerak dibandingkan korset ketat era Victoria yang muncul setelahnya. Inilah alasan mengapa Bridgerton Style terasa lebih “ringan” dan feminin dibandingkan tren sejarah lainnya.
Ingin Buat Undangan Pernikahan Digital?
Buat undangan pernikahan profesional dan elegan hanya dalam 5 menit. Desain premium, mudah digunakan, dan bisa diakses di semua perangkat.
Order Sekarang